This blog is dedicated for my beloved : Zana Darryl and Valentino Rossi..."I am not a super Mom but I'll keep fighting to make your dreams come true..."

Kamis, 21 Maret 2013

Menjadi perempuan yang BISA

Menjadi perempuan bukan melulu soal bagaimana membuat cucian kotor menjadi bersih kembali, bagaimana rumah yang berantakan menjadi rapi, juga bukan soal bagaimana mengatur uang yang seadanya agar bisa memenuhi semua kebutuhan rumah tangga...
Menjadi perempuan adalah tentang menghias rumah menjadi penuh cinta, terisi tawa dalam keadaan kenyang, memenuhi semua yang membuat kita nyaman dan bahagia, lahir dan batin.
Menjadi perempuan bukan berarti harus diam dan duduk, menunggu suami yang tidak kunjung pulang karena kesibukan pekerjaannya yang jauh lebih penting dari seisi rumah.
Menjadi perempuan juga bukan berarti menerima tiap keadaan tanpa bertanya...
Menjadi perempuan justru lebih penuh arti ketika kita mampu melakukan yang lebih dari sekedar diam, duduk, patuh dan tidak berdaya....

Tidak juga harus membiarkan telapak tangan terus menadah saat suami membawa pulang beberapa lembar rezeki. Menjadi perempuan jauh lebih berarti saat kita bisa melakukan sesuatu yang kita pikir tidak bisa. Tidak harus menghentikan kewajiban yang seharusnya. Tidak harus melalaikan keharusan yang sudah ada, juga tidak harus mengendorkan kepatuhan pada peraturan dan ketetapan yang ada.

Kita bisa....
Bisa lebih dari sekedar perempuan yang hanya duduk manis
Bisa lebih dari sekedar perempuan yang hanya bisa mencuci, bebenah dan memasak
Bisa lebih dari sekedar perempuan yang berteriak saat semua kebutuhan mulai habis....
Kita bisa....dengan memulainya dari sini...tanpa harus melangkah jauh dari rumah....
Kita bisa...bersama sahabat manfaat, mewujudkan mimpi yang sebagian orang bilang hanya "mimpi", dengan kerja keras, dengan pengorbanan tanpa harus mengorbankan....

Di sini...di d'BC Network

Selasa, 19 Maret 2013

Aniridia


Aniridia » 


Pernahkan Anda mendengar suatu kelainan dimana seseorang tidak memiliki iris mata? Ya, kelainan ini disebut dengan Aniridia. Kondisi ini tergolong sangat langka serta merupakan cacat bawaan dimana iris pada bola mata tidak berkembang secara sempurna.   Kondisi ini diakibatkan oleh bermutasinya salah satu gen dalam rangkaian kromosom. Kromosom tersebut menghasilkan protein untuk memenuhi kebutuhan perkembangan pada mata dan bagian sistem saraf pusat pada tulang belakang. Mutasi gen dalam kromosom  inilah yang membuat iris tidak berkembang sempurna.    Iris adalah selaput bola mata yang ada di belakang kornea mata dan membentuk batas pupil yang memberikan warna khusus. Pada Aniridia, iris terlihat berwarna hitam, yang sesungguhnya adalah pupil yang membesar dan membuat penglihatan berkurang. Selain itu Aniridia juga mengakibatkan kepekaan terhadap cahaya yang berlebih.   Aniridia menyerang kedua bola mata dan biasanya terkait dengan jenis-jenis gangguan penglihatan lainnya seperti nystagmus, photophobia, copotnya lensa, dan terkadang katarak. Akibatnya mata terasa tidak nyaman, keletihan dan sakit pada kepala.    Sayang sekali belum ada pengobatan untuk penderita Aniridia saat ini. Walaupun begitu untuk mengurangi gangguan-gangguan yang terkait, salah satunya bisa menggunakan kacamata hitam di luar maupun di dalam ruangan.    Pencahayaan sekitar yang baik seperti di kamar tetap harus ada, nuansa cahaya dan tirai semi transparan dapat digunakan untuk menerangi ruangan secara rata agar tidak gelap. Selain itu juga memeriksa tekanan bola mata dan operasi khusus oleh dokter mata. (MS) Akses mobile http://m.optikcom via ponsel anda !



Kepaya YTH Bapak dan Ibu Guru di sekolah...

Salam Hormat,

Perkenalkan, nama saya Estu Rani, ibunda dari Zana Darryl Andara, kelas 8-3. 
Sudah hampir 2 minggu putri saya tsb di atas tidak dapat masuk sekolah, dikarenakan menjalani operasi ke-5 matanya. Mungkin bapak/ibu guru berkata dalam hati, operasi mata? sakit apa sih? memang harus berapa kali operasinya? sampai kapan sering membolos/izin tidak masuk sekolah? 
Saya mungkin bisa menjawab sebagian dari pertanyaan itu...

Zana Darryl Andara, 14 tahun, lahir dengan Aniridia ODS (terlahir tanpa iris mata) yang di ikuti dengan 3 penyakit lain karena lahir tanpa iris tsb, yaitu Katarak ODS (ODS=kanan kiri), Glaucoma ODS, dan kornea parut (mata kanan), jika pertanyaannya adalah "Harus berapa kali operasi?" yang punya jawabannya hanya Allah SWT, Zana atau pun saya tidak pernah tahu, harus berapa kali kami melalui hal-hal seperti ini. Jika Bapak dan Ibu guru bertanya pada Zana, apakah dia mau terlahir seperti ini? apakah dia mau terus menerus melakukan operasi sepanjang hidupnya? Zana pasti akan menjawab Tidak Mau. Tidak ada satu orang pun yang terlahir ke dunia mendapat kesempatan ditanya oleh Allah ingin di ciptakan seperti apa? ingin di takdirkan seperti apa? Manusia tidak punya hak memilih jalan hidupnya, hanya Allah Sang Penentu. 

Mungkin dengan keadaan Zana saat ini dan kondisi kekurangannya, dia berkesan banyak melalaikan tugas sekolah, waktu sekolah...tapi apa yang bisa kami lakukan? Saya sebagai orang tua hanya memberikan apa yang menjadi hak zana sebagai anak. Pendidikan, saya sekolahkan dia dengan segala kekurangannya, saya perjuangkan kesembuhannya, saya berusaha sekeras mungkin memberikan hak dan memperjuangkan hidup yang lebih baik untuk Zana dengan kekurangannya sekarang. Secara Fisik, zana mungkin terlihat normal, dia selincah anak-anak seusianya, di balik kekurangannya, zana bukan tipe anak yang suka mengeluh, dia tidak pernah terbebani dengan kekurangannya, dia tidak pernah merasa berbeda dengan teman-temannya. Dia memang tidak terlihat cacat tapi Allah begitu Maha Kuasa mengetahui kekuatannya menerima dan menjalani takdir seperti ini. Bahkan kemungkinan terburuknya adalah....Dunianya akan gelap...dan saya berjuang untuk memberikan cahaya indah sepanjang hidupnya. 

Saya memohon bantuan Bapak dan Ibu guru, untuk bisa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk Zana, agar bisa bersekolah, agar bisa menerima haknya sebagai anak, mendapatkan pendidikan yang sebaik-baiknya sesuai kemampuannya. Dia mungkin bukan anak tercerdas di sekolah, bukan anak yang membanggakan Bapak dan Ibu guru, tapi dia bukan anak bodoh...dia hanya memiliki keterbatasan yang mungkin tidak di miliki oleh teman-temannya yang lain. 

Semoga Bapak dan Ibu guru bisa mengerti...bisa membantu saya, bisa menjaga Zana, membuatnya percaya dan yakin, bahwa dia masih selalu memiliki kesempatan untuk apapun....

Terima Kasih

Rabu, 13 Maret 2013

Aku adalah orang terkaya di dunia...:)

Orang itu tadi melontarkan kalimat ini buat aku :
"Dari dulu lo miskiinnn terus, betah amat sih lo miskin...punya duit cuma setaun sekali...sisanya miskiiinnn terusss...kayak gw dong, ga miskin...kaya..."

Ini bukan hinaan tapi kalimat terindah yang pernah aku dengar...Demi Allah...Maha Besar Allah dengan segala misterinya, pemilik waktu lalu, hari ini dan esok...dan tidak ada seorang pun yang tahu hari esok seperti apa...

Dan rasanya lucu ketika kalimat "indah" itu justru terlontar dari orang yang begitu dekat dengan kita, bukan kalimat dengan nada motivasi, bukan kalimat untuk menggugah hati tapi kalimat yang terlontar dengan canda yang sengaja memancing kemarahan. Allah Maha Tahu apa yang aku rasa saat itu...aku sedih? Iyaa...pasti. Aku marah? Tidak...mungkin dia memang benar, aku memang miskin harta tapi semoga Allah menciptakanku dengan kekayaan hati sehingga tak akan pernah aku melontarkan kalimat seburuk itu pada siapapun!

Subhanallah...ketika telingaku mendengar kalimat "indah"nya aku teringat mba Yulia Riani, yang ga pernah aku kenal kecuali di jaringan Yuliamaki, aku ingat mba Ari sulistiarini, mba Selly haryono yang juga sama sekali belum aku kenal tapi begitu memotivasiku setiap hari, aku ingat sahabatku Nurmayanti...figure indah dengan hati indah yang Allah ciptakan, mereka orang-orang luar biasa, yang membuat aku tersenyum mendengar kalimat "indah" itu terlontar. Semoga aku bisa menjadi salah satu dari mereka...Insya Allah...

Bagiku....Teman-teman baik yang kumiliki adalah kekayaan terbesarku....



Selasa, 12 Maret 2013

Perjalanan Operasi ke-5 (Penggeseran Pipa Glaucoma)

Alhamdulillah...Operasi ke-5 kakak berjalan lancar, berkat doa dari semua orang...keluarga, sahabat, teman, handai taulan...Begitu banyak doa telah memudahkan kakak melalui semua ini. Terima kasih semuanya....terima kasih atas doa, support baik moril maupun materil yang telah diberikan untuk kakak. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan semua...Terima kasih....

Mama share perjalanan operasi ke-5 ini yaa....:)

Menunggu di depan ruang operasi, kakak dapat giliran operasi pertama, ruang operasi masih kosong. Pegawainya pun belom datang tapi kakak dah siap sedia :)

Di ruang tunggu di dalam ruang operasi, masih tetap sendirian, pasien lain belum berdatangan :)

Narsis bareng mama sblm operasi, sambil menunggu....hehehe





Om dokter akhirnya bawa kakak masuk ke ruang operasi, mama cuma bisa mengiringi kakak dengan doa...Selamat berjuang, sayang....

Sesaat setelah keluar dari ruang operasi


Masih belum sadar dari bius umum setelah operasi

Pemeriksaan pertama kakak setelah operasi, leganya denger dokter bilang bahwa hasilnya bagus...Alhamdulillah....


Karena ga ada kursi roda, mama jadi kursi rodanya untuk bawa kakak keluar dari RS
Semangaatt, mamaaa....narsis dulu 

Akhirnya sampe rumah juga ya, kak....sleep tight my dear

Sabtu, 09 Maret 2013

Tak Pernah Terbiasa....

Sekalipun sudah yang ke-5 kali kita rasain ini smua, khususnya mama...rasanya aktifitas cari kamar di RS adalah hal yang paling melelahkan buat mama, yang paling bikin mama nangis, kesel, marah-marah, capek dan rasanya betis mama sampai hamiiiiillll karena keliling-keliling RS yang luasnya tak berujung buat mama...hhhhhhhhhh....

Karena pengalaman-pengalaman operasi sebelumnya, operasi kali ini mama ga ajak kakak dulu untuk cari kamar di RS, pagi-pagi mama dah berangkat sendiri, naik commuter line yang Alhamdulillah ga terlalu padat dan berdesakan, bisa sedikit rileks buat mama yang ga sempat sarapan, masih ngantuk, dan ga semangat :(

Sampai RS mama langsung menuju ruang pendaftaran Rawat Inap, antriannya sih pendek, bahkan bisa di katakan ga ada yang antri tapi yang sudah duduk menunggu sudah ga terhitung lagi, bahkan ada yang lesehan di lantai karena kursinya ga cukup untuk semua pengunjung. Selesai kasih kertas pendaftaran, mama langsung ke ruang UPJ, ruang untuk mengurus Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) yang selalu kita gunakan untuk membiayai operasi kakak selama ini. Bapak klimis yang biasa menanda tangani jamkesdanya langsung mengenali mama, seperti operasi-operasi sebelumnya, dengan ramah dia menyapa mama dengan pertanyaan : "Lapangan Koni...banjir ga?" Hihihihi....mama dah bisa nebak dia mau ngomong apa...Bapak klimis ini tinggal ga jauh dari kita, tapi sebelumnya mama ga pernah lihat, setelah dulu dia lihat alamat kita, dia jadi sering tanya-tanya daerah Lapangan Koni yang terkenal banjirnya karena di pinggir kali :D
Setelah beramah tamah, bapak klimis itu minta mama ke bagian pendaftaran dulu untuk dapetin kertas hijau yang menandai kita sudah dapat kamar, tapi kan kita masih nunggu kamar, jadi mama keluar ruangan itu sambil nunggu kabar dari pihak pendaftaran. Mama pilih sarapan dulu, karena dah lemas....

Menungu...menunggu dan menunggu...sampai sempat di usir satpam karena mama ikutan duduk lesehan di lantai (saking lemesnya dan ga kebagian kursi). Kakak masih nunggu komando mama untuk meluncur ke RS.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore tapi kita belum di panggil juga, belum ada kabar juga, tadi sempat mama di telpon dokter ruangan cuma menanyakan jenis kelamin kakak. Tapi dokter itu juga bilang kalau belum ada kepastian kamar. Mama juga dah bolak balik tanya bagian pendaftaran, sampai di bilang ga sabar sama petugasnya...siapa yang nunggu dari pagi sampai jam 3 sore bisa sabar yaaa? tanpa kejelasan?? mama mulai memble dan pingin nangis...berkali-kali telpon papa karena merasa putus asa, pesimis kalo hari ini bisa dapat kamar...mama sampe nyerah, terserah deh mau dapat kamar atau tidak, mau operasi atau tidak...mama udah capeekkk, udah lafeerrr lagi tapi ga berani ninggalin ruangan pendaftaran takut kakak di skip kalo dipanggil namanya ga ada orangnya...duuuuhhhh....nangis deh akhirnya...akhirnya papa suruh mama makan dulu, tinggal aja, kata papa...

Pas mama makan, papa telp dan bilang kalo mama di cari sama bagian pendaftaran, secepat kilat mama ke ruangan itu dan akhirnya...kita dapat kamar juga tepat pukul 17.03...bayangin, dari pagi sampai jam 5 sore....

Mama ga pernah bisa terbiasa sama semua aktifitas itu...maafin, mama ya, kaakkk....
Semoga semuanya selalu lebih baik....

Jumat, 01 Maret 2013

Sebuah Mimpi...

Mama jadi inget waktu kita pulang dari RSCM di hari terakhir itu...kakak sama mama ngobrol-ngobrol soal Luar Negeri...Kakak bilang pingin jalan-jalan ke Paris, ke Menara Eiffel...widiih, mama kaget denger mimpi kakak...terus spontan mama bilang..."Nanti kalo mama dapat reward jalan-jalan ke Luar Negeri, kan boleh berdua tuh...nanti kita pergi berdua." Kakak girang banget...Langsung bilang: "Jelaaasss dong, harus sama kakak...kita berdua, maa".

Rasanya waktu itu mama asal bunyi aja, tapi habis ngomong gitu mama malah jadi mikir...seperti punya janji, seperti punya keharusan untuk dapetin Reward dari bisnis d'BCN yang lagi mama jalanin....Bisa ga ya? Bisa ga ya? cuma itu yang mama pikir dalam hati. Tapi jelas itu jadi tantangan buat mama, jadi keharusan buat wujudin mimpi itu buat kakak. Mama and kakak, jalan-jalan ke Luar negeri? aaaahhh....Bisa ga yaaa? BISA! Doain ya, kaa...biar bisa majuuu terus, naiiikkk level terus....ngejar tante Nurma yang udah ngepooottt duluan hehehehe....Go...go...goo.....

Om, Tante, dan semua yang baca ini...ikutan yuukk, punya mimpi kayak mama....
intip deh gimana caranya di http://tinyurl.com/esturani...terus gabuung deehh kayak mama :D

Kamis, 28 Februari 2013

Finally...

Finally...The doctor set the date for the operation...

Rasanya kayak dapat cuti seminggu setelah seminggu pula pontang panting Depok-RSCM...Hhhhh...harusnya ga ngeluh  tapi mama cuma manusia biasa :D keluhannya banyak...
Seminggu ini urus-urus order kue mama, terus kita berjuang lagi...ready, kak? Harus yaa...!

Operasi kali ini bikin mama and papa down sebetulnya, dari hasil bbrp test, ternyata di temukan hal-hal lain yang harus di perhatikan. Pertama, di ketahui dari hasil rongent bahwa tulang punggung kakak ternyata bengkok dan kemiringannya di luar batas normal. Dokter akhirnya merujuk kakak ke specialis orthopedi. Beberapa benjolan kecil di bagian tubuh kakak juga ternyata adalah sebuah kelainan dan akhirnya juga dapat rujukan ke specialis neuralgi. Tambahan PR buat mama and papa. Anything for you, princess...We'll do our best to make you normal and perfect, the best health.


Selasa, 26 Februari 2013

You're a big girl now...





Look at you... you're 14 years old, and you're a beautiful girl...You're strong with all your conditions...You're a gift from Allah to us as your parents and family...You're a wonderful and complete package that Allah gave to us...We're lucky to have you, princess...

Sekali lagi mama masih ga percaya, rasanya baru kemaren mama rasain gerak mungilmu di perut mama, ngrasain mual di awal kehamilan, ngerasain sakit luar biasa ketika kamu mendesak keluar untuk melihat dunia, ngerasain betapa bahagianya mama dan papa ketika pertama kali menggendong geliat mungilmu...
Tapi sekarang...kakak dah 14 tahun, udah besar dan yang pasti papa dan mama makin bertambah tua. Buat kami, kakak adalah anugerah terbesar (begitu juga ade) kalian adalah alasan kenapa kami berjuang untuk memberikan yang terbaik, menyempurnakanmu dari kekurangan semampu yang kami bisa.
Mama dan papa ga pernah menyesal Allah memberikanmu dengan begitu banyak PR yang harus mama dan papa selesaikan...Kami yakin, ketika Allah memberikan soal, maka DIA tidak akan pernah lupa menyiapkan jawabannya. 

We luv you...always...

Operasi ke-5 (Penggeseran pipa glaucoma)

Rasanya baru kemaren, kak...Mama anter kakak untuk persiapan operasi ke-4, sekarang kita udah repot lagi dengan test-test ini itu selama seminggu ini. Walaupun ini operasi ke-5, tetap aja mama belum terbiasa dengan banyak hal yang berurusan dengan rumah sakit. Rasanya beban emosi jauh lebih berat buat mama...kakak lihat sendiri kan gimana mama gampang down kalo ngadepin hal-hal yang nyebelin...gampang mewek, marah-marah ga sabar...
Tapi dulu, kalau situasi kayak gitu, kakak ga ngerti...ga ngerti kalo liat mama marah-marah kenapa, ga ngerti kalo liat mama nangis kenapa...sekarang, kakak udah besar, kakak malah yang tepuk-tepuk pundak mama kalo mama mulai ga sabar, mulai mewek, mulai marah-marah...aahh, rasanya nenangin mama...Makasih ya, sayang....





Minggu, 11 Maret 2012

Operasi ke-4 (Cangkok Kornea)

Akhirnya setelah menunggu sekian lama, kornea yang kakak tunggu datang juga. Bantuan dari indosiar melalui RSCM. Pagi itu mama dapat telp dari pak Anip dari RSCM, kasih tahu bahwa kornea kakak sudah siap dari Filipina. Alhamdulillah...
Walaupun semua serba mendadak, karena dr. Johan yang tanganin kakak harus pergi ke Hongkong dalam waktu dekat, jadi operasi harus segera dilakukan. Dalam waktu 2 hari semua harus segera terlaksana. 
Secepat kilat dengan segala kesibukan menyiapkan smuanya akhirnya operasi cangkok kornea kakak bisa terlaksana tgl 29 Feb 2012. 

Sekarang kakak sudah sehat, hasil cek terakhir, semuanya berjalan dengan baik, hasilnya memuaskan. Dr. Johan sampai teriak bangga dengan hasil kerjanya, mama lihat melalui komputer semuanya bagus, jahitannya rapi, korneanya bening. Terima kasih dr. Johan, we love youuuu.....

Allah Maha Besar dengan Segala kemudahan dan KeajaibanNYA. Terima kasih Ya Allah...sudah dengar doa kami semua. Sudah mengabulkan doa awal tahun mama, benar2 di awal tahun...tanpa menunggu lama. Subhanallah...




Di ruang steril operasi, menunggu antrian

Ini bagian yang paling di takutin kakak, test darah *_*

Begitu jarum mendarat, langsung menjerit 

Gaya dulu bareng mama sebelum operasi

Pejuang mama selalu punya senyum

Santai menunggu pemeriksaan

Antri bareng kakek dan nenek yang mau operasi katarak

Jumat, 03 Februari 2012

Another Miracle (Again)...for Cornea


Alhamdulillah...Berkali-kali mama cuma bisa bersyukur ke hadirat Allah SWT, cuma itu yang bisa mama lakukan atas keajaiban yang kesekian kalinya yang Allah SWT berikan untuk kakak.
Dengan cara-NYA dia berikan Kornea baru untuk kakak melalui PEDULI KASIH - Indosiar. Subhanallah...Kakak dapat bantuan jaminan untuk Operasi Transplantasi Mata (Kornea). 

Tanpa pikir lagi, Mama dan Papa langsung meluncur ke Indosiar, menjemput keajaiban untuk kakak.
Satu langkah sudah selesai, sekarang langkah berikutnya ya, kak...kita lanjut ke Dr. Johan untuk pemesanan korneanya. 

Ingat, kak...Yakin bahwa Allah selalu bersama kita, Allah selalu tahu apa yang kita butuhkan. 

Jangan Menyerah...


Jumat, 14 Oktober 2011

Cangkok Kornea

Alhamdulillah....sampai hari ini kakak sehat wal'afiat, tidak banyak keluhan di mata kanan setelah operasi penanaman iris terakhir, cuma keluhan kelilipannya memang lebih sering, so far mama ga ngerti kenapa kakak sering merasa seperti kelilipan. Dr. johan sempat kasih obat mata yang bisa mengurangi rasa ganjalan seperti kelilipan itu. Mudah2an bisa mengurangi beban kakak. 
Terakhir yang di sampaikan dr. Johan ketika kontrol memang sedikit mengejutkan, kakak harus cangkok kornea, karena kornea matanya mengalami komflikasi setelah operasi kemaren, ada parut di korneanya. Sedih juga dengarnya, bukan hanya sedih karena kakak harus melalui operasi lagi, tapi juga sedih karena ternyata biaya yang harus di keluarkan untuk kornea ini jauh lebih besar dari operasi-operasi sebelumnya. Semoga Allah memberikan jalan untuk operasi berikutnya ya, kak...seperti yang Allah sudah beri sebelumnya, begitu banyak keajaiban. Dr. Johan merujuk mama untuk menemui Pak Anip di Bank Mata Indonesia, untuk bisa bantu kita melalui Indosiar, tapi mama belum bisa menemui pak Anip. Mudah2an dalam waktu dekat ini mama bisa segera menemui beliau. 

Kita lagi di uji banyak hal, kak....sayangnya mama ga bisa cerita di sini. Mudah2an kita selalu kuat ya, kak...Allah senantiasa menuntun kita ke arah yang lebih baik dengan begitu banyak keajaiban yang selalu Dia berikan melalui malaikat-malaikatnya di dunia ini. Kakak jangan pantang menyerah....tetap senyum seperti biasa, kemudahan akan selalu ada untuk kita. Percaya itu! Insya Allah, Amin Ya Rabbal Alamiin.

Luv u kakak...
Luv u Ade...

I wish I were a super mom for both of you....

Selasa, 20 September 2011

Zana Darryl Andara-ku…





Sekarang sudah duduk di kelas 1 SMP, anak mama sudah besar, sudah ABG. Sudah mulai repot dengan banyak hal, mulai dari gaya berpakaian, gaya rambut, perilaku sampai soal SM*SH yang selalu bikin dia histeris gak karuan, hehehe. Mama juga mulai tambah cerewet…makin banyak larangan, makin banyak aturan, makin banyak cerewetnya yang bikin kakak Darryl bête. Yaaa….mau gimana lagi dong, kak? Namanya juga emak-emak…gitu kata kakak tiap kali mama cerewetin.

Sekolah baru kakak pun butuh adaptasi dengan kakak yaa, begitu juga sebaliknya. Mengingat waktu SD mama harus repot menginformasikan soal penyakit kakak ke setiap guru pengajarnya. Di sekolah Dasar jauh lebih mudah menginformasikan semuanya, karena gurunya kan Cuma satu ya…tapi setelah masuk SMP, mama agak bingung, paling tidak mama harus kasih informasi ke Wali Kelas kakak dan semoga ibu wali kelas bisa menginformasikan ke semua guru yang mengajar kakak ya…

Pihak sekolah pun agak stress hadapi kakak, apalagi kalau kakak punya keluhan, langsung di pulangkan. Kemarin waktu kakak mengeluh sakit, mama langsung di telp pihak sekolah, suruh jemput kakak, kelihatannya buat orang lain sepele sih, mata kelilipan…tapi kalau kakak yang kelilipan bisa nangis tersedu-sedu, karena satu-satunya cara supaya kelilipannya hilang ya Cuma memejamkan mata alias tiduurrr, gak boleh di sentuh apalagi di kucek-kucek. Alhamdulillah, ibu guru merespon keluhan kakak dengan cepat, terima kasih, bu guru…

Sebetulnya kakak selalu ingin ikut setiap aktifitas sekolah, tapi mama agak parno. Waktu kasih izin ikut ekskul basket aja, mama rasanya beraattt banget menanda tangani surat izin. Mama takut mata kakak kena bola, mama takut mata kakak ke sikut, mama takuut…kakak…aaahh, pokoknya serba takut deehh. Kakak sempat marah sama mama, ngotot tetap mau ikut ekskul basket. Tapi diam-diam mama mau ngomong sama Pembina ekskulnya, supaya kakak jadi anak bawang aja, hehehe…maafin mama ya…

Jadwal operasi berikutnya masih belum jelas. Mama juga belum jalanin perintah dokter Johan untuk temuin Pak Anip di Bank Mata Indonesia. Mama dah coba Tanya ke Ms. Natasja yang tolong kakak untuk dapat iris mata kanan kemarin. Tapi kelihatannya Ms. Natasja masih cuti melahirkan dan penggantinya Mr Erwin belum memberikan jawaban untuk pertanyaan mama soal kornea kakak. Mudah-mudahan dalam minggu ini ada respon dari mereka.

Kita sama-sama berdoa ya, kak…

Kembali berharap dan yakin bahwa Allah SWT tetap akan memberikan kemudahan buat kakak, seperti sebelum-sebelumnya. Amin.

Selasa, 12 Juli 2011

I feel so lucky...

Selama ini aku meyakini, bahwa aku bukanlah orang yang “Beruntung”. Sejak kecil tiap kali harus berhadapan dengan hal-hal yang berhubungan dengan keberuntungan, aku tak pernah beruntung. Permainan undian yang mengandalkan keberuntungan, aku selalu tak pernah beruntung. Door Prize yang juga mengandalkan keberuntungan…aku pun tak pernah beruntung, apapun itu yang berhubungan dengan keberuntungan, aku selalu merasa tak akan beruntung setiap kali memulainya.

Tapi hari ini…kusadari banyak hal…bahwa aku adalah orang yang paling beruntung di dunia. Sejak aku melahirkan anak-anakku ke dunia, membesarkan mereka dengan begitu banyak perjuangan dan cara yang luar biasa, aku merasa menjadi manusia paling beruntung di dunia. Allah memberiku seorang putri yang terlahir dengan segala kekurangannya, perjuanganku untuk menjadikannya sempurna dari kekurangannya itu, membuatku merasa menjadi ibu yang paling beruntung di dunia. Bagaimana tidak…semua hal yang kudapatkan untuk memperjuangkan itu semua adalah “Keberuntungan”, keajaiban-keajaiban yang ku dapatkan untuk memperjuangkan itu semua, adalah “Keberuntungan”, kemudahan yang di berikan Allah untukku dan anak-anakku adalah “Keberuntungan”, yang membuatku harus merasa bersyukur menjadi manusia paling “beruntung”.

Hari ini…sekali lagi aku merasa beruntung…

Dengan segala kekuranganku, keterbatasanku sebagai manusia, sebagai ibu, sebagai kawan, sahabat bagi seseorang…aku benar-benar di berikan keberuntungan yang luar biasa, beruntung memiliki begitu banyak orang yang mencintai dan mempercayaiku. Sehingga, rasa cinta dan percaya yang luar biasa dari orang-orang yang dekat denganku, membuatku bisa menolong orang lain, walaupun bukan dengan tanganku sendiri.

Hari ini aku berhasil mendapatkan orang tua asuh bagi Aldi, putra dari temanku, yang karena keterbatasannya sang ibu belum bisa mendaftarkannya ke sekolah lanjutan pertama. Sementara teman-teman seusianya sudah mulai bersekolah sejak hari senin lalu. Aku tidak berdaya saat mendengar keluhannya dari mama, secara materi aku tidak bisa membantunya. Ide itu tiba-tiba muncul di kepalaku, aku coba mengontak salah satu teman yang hanya ku kenal melalui telp, karena sekalipun kami sering berhubungan tapi tidak sekali pun aku pernah bertemu dengannya. Subhanallah, Allah memang selalu punya cara luar biasa untuk memberikan solusi atas tiap masalah yang di miliki manusia. Orang yang kuhubungi itu, langsung mengiyakan, menyetujui, bahkan sangat antusias membantu dan meresponnya dengan cepat. Aku bahkan sempat berpikir bahwa Allah mengirim malaikatnya untuk menolong Aldi. Aku pun merasa beruntung bisa mewujudkan keinginan Aldi untuk melanjutkan sekolah.

Semoga Allah senantiasa memberikan keberuntungan itu untukku…Alhamdulillah…dengan segala keterbatasan, aku di tolong dan bisa menolong karena cinta, kepercayaan dan keberuntungan yang di berikan Allah SWT, seperti yang Allah selalu berikan untuk anak-anakku…

Jumat, 08 Juli 2011

Operasi Ke-3



Alhamdulillah....
Subhanallah...Allahu Akbar...Operasi ketiga berjalan lancar. Walaupun beberapa kendala pra operasi bikin mama pusing, tapi semua di akhiri dengan perasaan lega karena kakak sudah melewati operasi ketiga ini dengan baik. Insya Allah, setelah ini...semua akan jadi lebih baik ya...;)

Sebelumnya mama mau ucapin terima kasih dulu buat semua yang membuat operasi ini bisa terwujud...terutama untuk Ophtec BV yang sudah mendonasi iris mata buat kakak. Thank you so much for Ms. Natasja, yang sudah membantu mencarikan donatur untuk iris mata kakak. Luar biasa, rasa terima kasih yang tiada tara. Juga buat pak Fauzi yang sudah membantu penerimaan iris mata sampai ke indonesia, mendistribusikannya sampai ke JEC, menginformasikan ke mama dengan cepat. Terima kasih buat dr. Johan, yang selalu baik menerima kakak di JEC tanpa biaya, dan pastinya yang sudah meletakkan iris mata itu di mata indah kakak, tanpa dr. Johan, iris itu tidak akan tertanam dengan baik di mata kakak :) Terima kasih buat suster Igeta, asisten dr. Johan yang selalu di repotkan sama mama, tanya ini itu tapi selalu merespon mama dengan cepat dan baik. Terima kasih buat entung (eyang kakung) yang sudah mengurus Jamkesda kakak sekalipun dalam kondisi fisik yang terbatas, terima kasih buat eyang, oma, bude wati, bude antik yang sudah nemenin mama keliling-keliling di RSCM, buat cheerleader (3 sepupu cantik) yang sudah menghibur kakak, nemenin piknik saat batal operasi kemarin hehehe, terima kasih kakek oefal, apih tedi, om-om, tante-tante, bude, pakde dan semuaaa yang tidak bisa mama sebutkan satu persatu, yang sudah mensupport baik melalui doa maupun materil. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian. Amin YRA...

Allah Maha Besar dengan segala keajaiban yang DIA Berikan untuk kakak...
I luv you all...


Detik-detik di ruang tunggu operasi

Iris mata kakak

Mata kanan sebelum operasi

Kakak dan Pak Fauzi dari Sang Karsa






Rabu, 25 Mei 2011

Thank you, Dokter...

Tekanan bola mata kanan : 28
Tekanan bola mata kiri : 16

Cukup stabil untuk mata kiri, mungkin karena perbedaan alat dan tehnik operasinya berpengaruh pada hasilnya. Mata kanan kan hanya di buatkan saluran biasa (dlm bahasa kedokterannya ga ngerti namanya apa...) sementara mata kiri, di pasang saluran dengan selang (pasang alat). Sejak operasi mata kiri, tekanannya selalu stabil, tidak pernah sampai 20, sementara kanan selalu di atas 20. Mudah2an operasi ketiga bisa membantu. Jarak pandang juga terlihat perbedaannya, untuk kiri cukup jauh...sementara kanan, menurut kakak...sebetulnya tidak pernah benar2 di gunakan, karena cuma bisa melihat jari tepat di depan matanya, lebih dari itu...tidak terlihat :( Mudah2an semuanya lebih baik ya, kak...setelah operasi ketiga.

Sekali lagi terima kasih buat dokter Johan yang selalu membantu kami tiap kali ke JEC, you're the best doctor I've ever known ;) Semoga Tuhan membalas kebaikan dokter dgn yang lebih baik lagi. Terima kasih juga untuk suster Igetha yang selalu kita repotkan dengan bantuan-bantuannya dan respon yang selalu cepat dan tepat. JEC is the best laaahhh....;) The best hospital, the best doctor and the best staff :)

Senin, 23 Mei 2011

Back to RSCM...Operation part 3 :)

Hari ini, kembali ke rutinitas rumah sakit. Sempet kaget lihat kondisi RSCM yang banyak berubah, dari depan keliatan jadi tambah luar biasa, ga lagi jadul kayak kemaren :) Tapi begitu masuk poli mata, duuuhh...semrawut karena masih dalam tahap renovasi. Poli mata pindah tempat ke ruangan sempit yang di tumpuk jadi satu. Ampuuunnn, panas, berdesakan, sampe dehidrasi dan kelaparan hahahaha....

Tapi begitu lihat wajah dokter-dokternya yang cantik-cantik dan baik hati, langsung hilang lelahnya...

Kabar baiknya, hari ini di rujuk ke JEC, karena tidak ada alatnya, tapi dr. johan sangat antusias dengan persiapan operasi berikutnya, sangat membantu. Dr. Johan emang luar biasa!
Besok tinggal tunggu hasil dari JEC, data-data yang di minta ophtec, semoga setelah itu, bisa ada komunikasi antara dr. Johan dan pihak ophtec. Sangat berharap operasinya cepat terlaksana karena kakak dah harus secepatnya sempurna. Oh ya, dr. Johan bilang...iris kiri yang terakhir di tanam masih sangat bagus kondisinya, jarak pandang kakak pun sangat jauh, ada kemajuan. Mudah2an mata kanan bisa cepat sempurna. Insya Allah, Amiinnn....