Kamis, 21 Maret 2013
Menjadi perempuan yang BISA
Selasa, 19 Maret 2013
Aniridia
Kepaya YTH Bapak dan Ibu Guru di sekolah...
Rabu, 13 Maret 2013
Aku adalah orang terkaya di dunia...:)
Selasa, 12 Maret 2013
Perjalanan Operasi ke-5 (Penggeseran Pipa Glaucoma)
![]() |
| Menunggu di depan ruang operasi, kakak dapat giliran operasi pertama, ruang operasi masih kosong. Pegawainya pun belom datang tapi kakak dah siap sedia :) |
![]() |
| Di ruang tunggu di dalam ruang operasi, masih tetap sendirian, pasien lain belum berdatangan :) |
![]() |
| Narsis bareng mama sblm operasi, sambil menunggu....hehehe |
![]() |
| Om dokter akhirnya bawa kakak masuk ke ruang operasi, mama cuma bisa mengiringi kakak dengan doa...Selamat berjuang, sayang.... |
![]() |
| Sesaat setelah keluar dari ruang operasi |
![]() |
| Masih belum sadar dari bius umum setelah operasi |
![]() |
| Pemeriksaan pertama kakak setelah operasi, leganya denger dokter bilang bahwa hasilnya bagus...Alhamdulillah.... |
![]() |
| Karena ga ada kursi roda, mama jadi kursi rodanya untuk bawa kakak keluar dari RS |
![]() |
| Semangaatt, mamaaa....narsis dulu |
![]() |
| Akhirnya sampe rumah juga ya, kak....sleep tight my dear |
Sabtu, 09 Maret 2013
Tak Pernah Terbiasa....
Jumat, 01 Maret 2013
Sebuah Mimpi...
Kamis, 28 Februari 2013
Finally...
Selasa, 26 Februari 2013
You're a big girl now...
Operasi ke-5 (Penggeseran pipa glaucoma)
Selasa, 03 April 2012
Minggu, 11 Maret 2012
Operasi ke-4 (Cangkok Kornea)
Jumat, 03 Februari 2012
Another Miracle (Again)...for Cornea
Jangan Menyerah...
Jumat, 14 Oktober 2011
Cangkok Kornea
Selasa, 20 September 2011
Zana Darryl Andara-ku…



Sekarang sudah duduk di kelas 1 SMP, anak mama sudah besar, sudah ABG. Sudah mulai repot dengan banyak hal, mulai dari gaya berpakaian, gaya rambut, perilaku sampai soal SM*SH yang selalu bikin dia histeris gak karuan, hehehe. Mama juga mulai tambah cerewet…makin banyak larangan, makin banyak aturan, makin banyak cerewetnya yang bikin kakak Darryl bête. Yaaa….mau gimana lagi dong, kak? Namanya juga emak-emak…gitu kata kakak tiap kali mama cerewetin.
Sekolah baru kakak pun butuh adaptasi dengan kakak yaa, begitu juga sebaliknya. Mengingat waktu SD mama harus repot menginformasikan soal penyakit kakak ke setiap guru pengajarnya. Di sekolah Dasar jauh lebih mudah menginformasikan semuanya, karena gurunya kan Cuma satu ya…tapi setelah masuk SMP, mama agak bingung, paling tidak mama harus kasih informasi ke Wali Kelas kakak dan semoga ibu wali kelas bisa menginformasikan ke semua guru yang mengajar kakak ya…
Pihak sekolah pun agak stress hadapi kakak, apalagi kalau kakak punya keluhan, langsung di pulangkan. Kemarin waktu kakak mengeluh sakit, mama langsung di telp pihak sekolah, suruh jemput kakak, kelihatannya buat orang lain sepele sih, mata kelilipan…tapi kalau kakak yang kelilipan bisa nangis tersedu-sedu, karena satu-satunya cara supaya kelilipannya hilang ya Cuma memejamkan mata alias tiduurrr, gak boleh di sentuh apalagi di kucek-kucek. Alhamdulillah, ibu guru merespon keluhan kakak dengan cepat, terima kasih, bu guru…
Sebetulnya kakak selalu ingin ikut setiap aktifitas sekolah, tapi mama agak parno. Waktu kasih izin ikut ekskul basket aja, mama rasanya beraattt banget menanda tangani surat izin. Mama takut mata kakak kena bola, mama takut mata kakak ke sikut, mama takuut…kakak…aaahh, pokoknya serba takut deehh. Kakak sempat marah sama mama, ngotot tetap mau ikut ekskul basket. Tapi diam-diam mama mau ngomong sama Pembina ekskulnya, supaya kakak jadi anak bawang aja, hehehe…maafin mama ya…
Jadwal operasi berikutnya masih belum jelas. Mama juga belum jalanin perintah dokter Johan untuk temuin Pak Anip di Bank Mata Indonesia. Mama dah coba Tanya ke Ms. Natasja yang tolong kakak untuk dapat iris mata kanan kemarin. Tapi kelihatannya Ms. Natasja masih cuti melahirkan dan penggantinya Mr Erwin belum memberikan jawaban untuk pertanyaan mama soal kornea kakak. Mudah-mudahan dalam minggu ini ada respon dari mereka.
Kita sama-sama berdoa ya, kak…
Kembali berharap dan yakin bahwa Allah SWT tetap akan memberikan kemudahan buat kakak, seperti sebelum-sebelumnya. Amin.
Selasa, 12 Juli 2011
I feel so lucky...
Selama ini aku meyakini, bahwa aku bukanlah orang yang “Beruntung”. Sejak kecil tiap kali harus berhadapan dengan hal-hal yang berhubungan dengan keberuntungan, aku tak pernah beruntung. Permainan undian yang mengandalkan keberuntungan, aku selalu tak pernah beruntung. Door Prize yang juga mengandalkan keberuntungan…aku pun tak pernah beruntung, apapun itu yang berhubungan dengan keberuntungan, aku selalu merasa tak akan beruntung setiap kali memulainya.
Tapi hari ini…kusadari banyak hal…bahwa aku adalah orang yang paling beruntung di dunia. Sejak aku melahirkan anak-anakku ke dunia, membesarkan mereka dengan begitu banyak perjuangan dan cara yang luar biasa, aku merasa menjadi manusia paling beruntung di dunia. Allah memberiku seorang putri yang terlahir dengan segala kekurangannya, perjuanganku untuk menjadikannya sempurna dari kekurangannya itu, membuatku merasa menjadi ibu yang paling beruntung di dunia. Bagaimana tidak…semua hal yang kudapatkan untuk memperjuangkan itu semua adalah “Keberuntungan”, keajaiban-keajaiban yang ku dapatkan untuk memperjuangkan itu semua, adalah “Keberuntungan”, kemudahan yang di berikan Allah untukku dan anak-anakku adalah “Keberuntungan”, yang membuatku harus merasa bersyukur menjadi manusia paling “beruntung”.
Hari ini…sekali lagi aku merasa beruntung…
Dengan segala kekuranganku, keterbatasanku sebagai manusia, sebagai ibu, sebagai kawan, sahabat bagi seseorang…aku benar-benar di berikan keberuntungan yang luar biasa, beruntung memiliki begitu banyak orang yang mencintai dan mempercayaiku. Sehingga, rasa cinta dan percaya yang luar biasa dari orang-orang yang dekat denganku, membuatku bisa menolong orang lain, walaupun bukan dengan tanganku sendiri.
Hari ini aku berhasil mendapatkan orang tua asuh bagi Aldi, putra dari temanku, yang karena keterbatasannya sang ibu belum bisa mendaftarkannya ke sekolah lanjutan pertama. Sementara teman-teman seusianya sudah mulai bersekolah sejak hari senin lalu. Aku tidak berdaya saat mendengar keluhannya dari mama, secara materi aku tidak bisa membantunya. Ide itu tiba-tiba muncul di kepalaku, aku coba mengontak salah satu teman yang hanya ku kenal melalui telp, karena sekalipun kami sering berhubungan tapi tidak sekali pun aku pernah bertemu dengannya. Subhanallah, Allah memang selalu punya cara luar biasa untuk memberikan solusi atas tiap masalah yang di miliki manusia. Orang yang kuhubungi itu, langsung mengiyakan, menyetujui, bahkan sangat antusias membantu dan meresponnya dengan cepat. Aku bahkan sempat berpikir bahwa Allah mengirim malaikatnya untuk menolong Aldi. Aku pun merasa beruntung bisa mewujudkan keinginan Aldi untuk melanjutkan sekolah.
Semoga Allah senantiasa memberikan keberuntungan itu untukku…Alhamdulillah…dengan segala keterbatasan, aku di tolong dan bisa menolong karena cinta, kepercayaan dan keberuntungan yang di berikan Allah SWT, seperti yang Allah selalu berikan untuk anak-anakku…
.jpg)







































